Wednesday, December 11, 2013

Why Do I Love Fashion??


Gue Suka Dunia Fashion, Kenapa yaa? ya awalnya sih benci ya kenapa sih ada dunia dimana orang tertarik melihat cewe kurus kering jalan-jalan diatas runway dengan pake baju-baju aneh, tapi setelah suatu saat gue duduk diam diangkot (sepertinya sih ya soalnya kejadiannya udah bertahun tahun yang lalu) tiba-tiba terpikir oleh otak gue yang jenius ini(amin) kalo gue pengen jadi Fashion Designer. Dan gue tanpa pikir panjang langsung sms temen-temen gue semuanya kalo gue pengen jadi fashion designer. WTF banget gue waktu itu -____________-. Ya sejak saat itu gue mulai suka liat-liat majalah fashion Indonesia, waktu itu awalnya gue liat majalah Femina sama Kartini, karena tetangga gue cuman punya 2 buku itu doang. Kebetulan waktu itu ada artikel ringkasan trend Fashion Week gitu deh, tahun berapa sama musim apa yaa? Gue lupa -_____- . Ya gue baca aja majalah yang ada, terus gue komen-komenin gitu deh, ya kata katanya sih such as ‘ih bajunya aneh banget sih, ada emang orang yang mau pake? Ya ampun, baju simple gini doing tampil di runway, dipasar loak juga banyak meureun, dan kata-kata keji lainnya, Ya Allah plis ampuni who I used to be :’( dan saat itu gue cuman komen-komen doang, gak pernah mulai sketching atau designing outfit gitu. Ya bisanya cuman kayak Acara The COMMENT aja, bisa komen doang,
Sampe suatu saat gue nonton film yang buka mata dan hati gue, Filmnya?

1.      1. The September Issue


Plis kalian jangan ngaku Fashion People if u hadn’t seen this movie yet, kalo disuruh kasih bintang gue bakal kasih 5 bintang deh sama ini film, kereeeen banget. Sebuah film documenter yang dikemas secara apik, menceritakan seorang Fashion Legend Anna Wintour, Editor in Chief of the Fashion Bible VOGUE Magazine, dan usahanya dan krunya dan semua intrik yang terjadi pada saat pembuatan Majalah Vogue US edisi September 2007(kalo gak salah). Film ini dirilis taun 2009 dan dapet renspons positif dari banyak pihak, dari film ini juga gue tau sifat Anna yang super Bossie and how everyone respects her, bahkan designer kelas dunia juga minta saran sang Anna sebelum ngelakuin shownya. Tapi gak cuman Anna, ada juga Grace Coddington, seorang stylist fashion tertua di dunia, sumpah ini Ibu Grace Stylingnya kereeeeeeeeeeeeeeen abis, jadi ceritanya dulu waktu masih anom Ibu Grace pernah menang kontes model dan jadi model buat majalah Vogue ini tapi saat beliau mengalami kecelakaan, things gone differently, akhirnya beliau harus ngelakuin operasi plastic(mau bikin girlband bu???) dan kerja jadi Stylist di Vogue, sampe sekarang. Hebaaaaaat! Dan di film ini banyak banget barang yang kalo gue cewe gue bakal jerit-jerit pengen semuanya, sumpah broooo, kereeeeeeeeen. Film ini bener-bener manjain gue sama karya desainer kelas dunia yang gak bisa gue bantah kehebatan karyanya. And when I see them I said “I Wanna Be Like That Someday”.



2.      2. The Devil Wears Prada 

Kalo film ini gak usah ditanyain lagi tingkat keseruannya. Sebuah film yang diangkat dari novel terkenal karya … (aduh siapa yaa, lupa bro amnesia deh kayanya gue..-_____- ). Menceritakan tentang seorang jurnalis bernama Andy yang bekerja sebagai asisten Miranda, seorang editor in chief sebuah majalah fashion besar . Film ini rilis jauh sebelum The September Issue dirilis, dan saat perilisannya film ini jadi box office dimana-mana. Ya iyalah secara gitu pemainnya aja Anne Hataway sama Meryl Streep. Selain jadi box office film ini juga jadi bahan omongan dari banyak pihak, khususnya fashion people. Karena sang penulis yang dulunya asisten Anna Wintour dianggap mengangkat sosok Anna sebagai tokoh Miranda. Ya secara kita tau sendiri lah gimana sosok seorang Anna Wintour(Yang gak tau plis lah parah kan udah gue sebutin sebelumnya). Ya dari film ini kita bisa tau lah gimana rasanya kerja jadi asisten orang hebat, dan of course, mata kita akan dimanjakan oleh banyak branded stuff dari Desainer Dunia. And FYI kabarnya Anna Wintour melarang para desainer untuk tampil di Film ini kalo nggak karya mereka gak bakal ditampilin di Vogue. Dan sepanjang film ini, hanya ada seorang desainer yang tampil sebagai cameo, yaitu Valentino Garavani, oh dan setau gue karyanya masih aja tuh ditampilin di Vogue, Plis deh Bu Anna Karya hebat seorang Valentino Gak bakal mungkin tidak ditampilkan di Vogue.

3.      3. Paradise Kiss


Sebenernya film ini gue tonton jauh setelah gue bener-bener suka fashion. Dan gue juga suka banget sama film ini. Film Jepang sih, diangkat dari manga dan anime dengan judul yang sama. Sebagai seorang pecinta komik dan kartun, ini adalah hal yang menyesakan gue karena gue belum pernah baca manganya dan nonton animenya :’O. Yang belum pernah nonton nih gue kasih tau yaa pemainnya adalah yang main jadi Sailor Mars di Serial Sailormoon Live Action (Loh Kok??). ceritanya tentang sekumpulan anak jurusan Fashion yang siap-siap buat fashion show kelulusan tapi belum punya modelnya, akhirnya mereka menemukan seorang gadis ramping yang super biasa. Ya segitulah ceritanya, tapi film ini juga ngasih liat kita dunia fashion Jepang yang gak kalah unik sama dunia Fashion Barat.

Ya begitulah film-film yang menurut gue into fashion banget. Dan ngebuka mata gue buat jadi seorang fashion desainer. Dan karena gue seorang siswa jurusan perfilman, jadi ya gue harus mengapresiasi karya merekalah(apa nyambungnya yaa?) Dan sejak saat itulah gue mulai belajar sketching dresses dan belajar menggambar model dengan kaki panjang, meskipun kata temen-temen gue kaki model-model yang gue bikin terlalu panjang. -_- Ya tapi kan model berkaki panjang itu lebih menarik dilihat hehe isn’t that right??

Ih Parah laah, tadinya kan gue mau nyerita soal kenapa gue suka fashion, yah malah cerita Film deh, ya udah yang penting kalian tau kenapa gue suka banget sama fashion, dan karena gue gak bisa jahit jadi mimpi gue jadi fashion desainer harus ditunda dulu. Sebagai gantinya gue mau menajamkan skill menggambar dan pemilihan materi dulu, lagian kan Desainer gak harus bisa jahit hehe(alibi lu wal!:P)

Oh ya karena kita baru aja ngomongin tentang Film ya udah deh gue ganti topic jadi film aja kali yaa. Beberapa waktu lalu gue juga nonton salah satu Film Fashion Made In Indonesia, Ini film adalah projek Downy(Kalian tau kan ini merk apa?) dengan Nia Dinata, judulnya adalah RUNWAY DREAMS.

RUNWAY DREAMS ini adalah sebuah film which I thought was a series but then I think it’s not. Terdiri dari 3 film, yang menceritakan tentang akan diadakannya sebuah fashion show dari  seorang desainer ternama bernama Desmond. Ceritanya sih semua sama, tapi sudut pandang yang diambil berbeda beda. Pertama adalah cerita dari seorang mantan model yang secara tak sengaja harus jalan di Catwalk Desmond setelah 2 tahun rehat dari dunia modellingnya dengan membawa tubuh curvynya. Cerita kedua adalah tentang seorang fashion Koreografer yang lumayan diremehkan karena biasanya (katanya) fashion koreografer itu laki laki, sedangkan dia perempuan, karena itu awalnya she tried to change herself into a guy tapi akhirnya ia sadar dan memutuskan to be herself dan menjadi koreografer fashion show untuk Runway Desmond. Dan di cerita ini gue lumayan shock liat adegan terakhirnya yaitu adegan ciuman model cowo dan si koreografer ini. I think it’s too much for Indonesian movie, well that;s just a stereotype from me, no big deal, just get rid of that from your mind. Yang terakhir adalah cerita tentang asisten Desmond yang diperankan oleh fitri tropika, plis Fitrop muke lu lucu banget waktu maen di nih film pendek. Tapi gapapalah lucu ko, gue kan fansnya Fitrop(Shit men waktu gue magang di GlobalTV gue ga ketemu Fitrop :’( ) gak ngefans berat sih cuman suka aja liat dia ngomong hehe. And seperti yang gue udah bilang inti ceritanya S A M A. Jangan tanya gue kenapa harus sama ceritanya, dan karena gue siswa Film, gue juga harus bilang bahwa cerita yang sama itu isn’t a big deal anyway tapi penggunaan shot yang sama beberapa kali is quite boring for me. Tapi keseluruhan ceritanya is good I think. Dan di film ini juga gue sepertinya sadar kalo ntar gue jadi Fashion Desainer di negeri ini, gue bakal harus sering ngomong pake bahasa inggris, emang ia ya Fashion People itu harus ngomong pake bahasa Inggris? Gatau ah gue bingung deh fashion world di Indonesia, tapi gapapa lah tar gue bakal pelajari.
 Yang harus digaris bawahi dari semua film ini adalah  adalah kita harus sadar kalo fashion world itu isn’t as glamorous as what people think. Ada banyak pengorbanan dan kerja keras dan kedisiplinan yang harus dilakuin sama fashion People buat tetep survive di fashion world ini. Wah kayanya kalo gue mau terjun ke dunia fashion ini, gue harus siap tempur nih!

No comments:

Post a Comment